Sahabat Pena

Kamis, 20 Agustus 2020

Hakikat Tahun Baru Hijriyah

 Hakikat Tahun Baru Hijriyah

           💥 Hari ini adalah tanggal 1 Muharam 1442 H tepatnya jatuh pada hari Kamis, 20 Agustus 2020. 💥Berbeda dengan tahun baru 1 Januari ...Masehi, kehadirannya sangat dinanti dan disemarakkan dengan berbagai aksi. Baik di daerah maupun di kota. Seolah hari itu amat istimewa. Hal ini dilakukan hampir oleh semua kalangan non muslim maupun muslim. Namun berbeda sekali saat Tahun Baru Hijriyah datang. hanya sebagian masyarakat saja yang tanggap akan hal ini. Padahal moment ini sangat berarti khususnya bagi mereka yang muslim. Sudah sepatutnya kita melakukan muhasabah/evaluasi di akhir tahun, apakah kita sudah mengantongi banyak bekal ibadah dan kebaikan, atau bahkan sebaliknya. Banyak-banyak beristighfar dan mohon ampunan Allah SWT. Setelah melakukan muhasabah, lanjutkan di awal tahun berniat memperbaiki kesalahan-kesalahan kita, mohon bimbingan kepada Allah swt untuk dikuatkan keimanan, mohon diuruskan jalan kita, diluaskan rizkinya, dan dimudahkan segala urusan kita. Keinginan tersebut bisa dituangkan dalam Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun sebagai berikut:

        Doa Akhir Tahun Berikut ini doa warid akhir tahun yang         dianjurkan Rasulullah SAW. Doa akhir tahun ini dibaca sebanyak 3 kali sebelum maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijah.

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ 

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm. 

Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” 

Doa Awal Tahun Adapun berikut ini adalah doa awal tahun yang dibaca dengan harapan Allah menganugerahkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah, dan berbagai kebaikan lainnya.

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

 Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

 Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.” 

Doa awal tahun ini dibaca sebanyak 3 kali dalam rangka menyambut tahun baru. Dengan doa ini, kita berharap anugerah dan kemurahan Allah untuk kita pada tahun baru ke depan.


Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/122483/ini-lafal-doa-awal-dan-akhir-tahun

    💓Apa saja yang dianjurkan dilakukan pada saat Tahun Baru Hijriyah?💓

a. Berpuasa di bulan Muharam

      Salah satu ibadah sunah yang amat dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa. Anjuran ini bisa dilihat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: "Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya: 'Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi SAW menjawab: "Puasa di bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram," (HR Ibnu Majah). Sementara dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan Nabi SAW berkata: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharram." Berdasarkan dua hadis tersebut, dapat diambil kesimpulan: berpuasa pada bulan Muharram sangat dianjurkan bagi umat Islam. 

Ada tiga bentuk rangkaian puasa yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram, merujuk pada penjelasan Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (syarah sunan Tirmidzi). Pertama, yang paling utama adalah puasa pada tanggal 10 Muharram yang disertai puasa sehari sebelum dan sesudahnya. Dengan kata lain, puasa sunah ini dilakukan pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Kedua, puasa dua hari, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Dan yang Ketiga, puasa pada hari ke-10 saja pada bulan Muharram. Puasa pada tanggal 9 Muharram bisa disebut dengan puasa Tasu'a. Sedangkan puasa pada tanggal 10 Muharram dikenal dengan sebutan puasa Asyura.

b. Bersedekah di Bulan Muharam

              Bersedekah di Bulan Muharram Bersedekah termasuk salah satu ibadah sunah yang dianjurkan pada bulan Muharram. Sebagai tahun baru bagi umat Islam, Muharram sudah dianggap layaknya hari raya. Oleh sebab itu, untuk merayakannya dapat dilakukan dengan cara bersedekah.
       Selain puasa dan sedekah, beberapa ibadah sunah lain yang dianjurkan untuk diperbanyak selama bulan Muharram adalah salat, menyambung silaturahmi, membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali, dan lain sebagainya. Anjuran ini dijelaskan dalam kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur karya As-Syaikh Abdul Hamid.

Baca selengkapnya di artikel "Amalan Sunah Bulan Muharram yang Dianjurkan: Puasa dan Bersedekah", https://tirto.id/fWXW

💚💛Sahabat yang budiman... tahukah Anda apa yang membedakan Tahun Hijriyah dan Tahun Masehi?💛💚

Seperti diketahui, Tahun Baru Islam jauh berbeda dengan Tahun Baru Masehi karena sistem penanggalannya juga jauh berbeda.

 

Berikut 7 beberapa perbedaan Tahun Baru Islam dengan Tahun Baru Masehi dari beberapa sumber.

1. Sistem penanggalan

Kalender Islam atau Hijriah memiliki sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus sinodis bulan, yaitu siklus dua fase bulan yang sama secara berurutan.

Pergantian bulan baru berdasarkan pada penampakan hilal, bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.

Sehingga jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari.

Sementara sistem penanggalan kalender Masehi berdasarkan pada pergerakan bumi mengelilingi matahari.

Jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi umumnya 365 hari dan setiap empat tahun sekali 366 hari yang disebut tahun kabisat.

Pada tahun kabisat yang jatuh pada setiap tahun kelipatan 4, seperti 2000, 2004, 2008, 2012, 2016, Bulan Februari ditambah satu hari menjadi tanggal 29.

2. Jumlah hari per Bulan

Jumlah bulan pada sistem kalender Hijriah dan masehi sama, yakni 12 bulan per tahun.

Bedanya, jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari, sementara masehi 365 hari, kecuali tahun kabisat, 366 hari.

Setiap bulan dalam kalender Hijriah umurnnya antara 29 dan 30 hari, sementara kalender masehi 30 dan 31 hari, kecuali Bulan Februari yang 28 hari.

3. Awal patokan sistem penanggalan

Penentuan awal patokan untuk menentukan tahun 1 kalender Islam, dulu, sempat mengalami perdebatan.

Beberapa sahabat Nabi menghendaki tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender Islam.

Beberapa yang lain ada yang mengusulkan kalender Islam diawali pada tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, akhirnya disepakati tahun 1 kalender Hijriah dimulai pada tahun peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yakni pada 622 Masehi.

Penentuan tahun 1 Hijriah ini dilakukan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Sementara, penentuan tahun 1 Masehi dimulai pada kelahiran Nabi Isa Almasih AS.

4. Hari jatuhnya tahun baru

Karena adanya perbedaan sistem penanggalan, kalender Hijriah memiliki selisih 11 hingga 12 hari lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi.

Pada kalender Masehi, tahun baru jatuh pada tanggal 1 Januari.

Sementara, pada kalender Hijriah tahun baru jatuh pada tanggal 1 Muharram.

5. Penentuan awal dimulainya hari

Untuk kalender Hijriah, awal hari dihitung pada saat matahari terbenam.

Namun, untuk kalender Masehi, awal hari dihitung pada pukul 00.00 waktu setempat.

6. Nama bulan

Nama-nama bulan kalender Masehi diambil dari nama dewa dan dewi serta beberapa bahasa latin.

Sementara nama bulan kalender Hijriah diambil dari bahasa Arab dan memiliki signifikansi penting bagi agama Islam.

Berikut arti nama bulan kalender Hijriah dan artinya:

Muharram

Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang.

Shafar

Artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang.

Rabi’ul Awal

Artinya, masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar).

Rabi’ul Akhir.

Artinya, akhir masa menetapnya kaum lelaki.

Jumadil Awal

Artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim kering.

Jumadil Akhir

Artinya akhir kekeringan atau musim kering berakhir.

Rajab

Artinya, mulia. Zaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.

Sya’ban.

Artinya, berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah.

Ramadhan

Artinya, sangat panas.

Bulan yg memanggang atau membakar dosa, karena di bulan ini umat Islam diwajibkan berpuasa/shaum sebulan penuh.

Syawal

Artinya kebahagiaan, kemenangan, sebagai bulan baru setelah seluruh dosa dihapus selama Bulan Ramadhan.

Zulqaidah

Artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.

Zulhijjah

Artinya yang menunaikan haji, sehingga bulan ini disebut juga bulan haji.

7. Nama hari

Jumklah hari dalam kalender Hijriah sama dengan masehi, yakni tujuh hari dan siklus harinya juga bersamaan.

Nama-nama hari pada kalender Hijriah juga berbeda dari nama hari kalender Masehi dan diserap dari bahasa Arab.

Yakni, Ahad (Minggu), Itsnayn (Senin), Tsalaatsa (Selasa), Arba'aa (Rabu), Khamsatun (Kamis), Jum'a (Jumat), dan Sabt (Sabtu).

Dari nama-nama hari ini bisa terlihat bahwa nama-nama hari di Indonesia berpedoman pada nama hari dalam Bahasa Arab, bukan Bahasa Inggris.


(Sumber: https://id.quora.com/Apa-perbedaan-tahun-Masehi-dan-Hijriyah )


💚💛

Sahabatii...semoga artikel ini bermanfaat 💛💚